Menu Close

Bendera Perekam dan Perekat Sejarah Bangsa

Pagi-pagi senin pada umumnya siswa diwajibkan datang lebih cepat dari hari biasanya ke sekolah karena ada pelaksanaan upacara bendera yang telah menjadi sebuah rutinitas. Akhir-akhir ini, kita melihat pelaksanaan upacara bendera juga dilakukan di berbagai instansi pemerintahan, sehingga menjadi sebuah hal yang yang sakral bagi orang yang mau merenunginya.

source

Sajak tentang bendera telah dimulai pada zaman yang sangat jauh sebelum kita dilahirkan. Kisah tersebut telah memunculkan berbagai tokoh kepahlawanan dalam berbagai coretan tinta sejarah masa lalu. Hadirnya kisah-kisah tersebut seharusnya menginspirasi kita untuk melihat makna dari selembar bendera.

Pada masa lalu, sebuah kisah terjadi di zaman Rasullullah tepatnya pada saat perang Mu’tah. Rasullullah melantik tiga orang pimpinan tentara islam untuk berperang yaitu Zaid ibn Haritsah, Ja’far ibn abi thalib, dan Abdullah ibn Rawahan. Ketiga sahabat tersebut berperan secara organisatoris yang berarti saling mengisi secara berurutan apabila salah satu dari mereka syahid.

Adat perang masa lalu sedikit memiliki keunikan karena pemenang dari sebuah peperangan diperhitungkan dengan cara berusaha untuk menancapkan bendera perang pada wilayah musuh. Keadaan ini mengharuskan seluruh pasukan perang untuk berusaha menerobos barisan musuh agar mampu menancapkan bendera di wilayah kekuasaan mereka.

source

Pada mulanya bendera dipegang oleh Zaid ibn Haristah sebagai komandan pertama, sehingga beliau berusaha membawa bendera ke wilayah musuh dengan segenap tenaganya. Sebelum sampai ke wilayah musuh, Zaid pun syahid dan bendera digantikan pemegangnya oleh Ja’far ibn abi thalib. Ja’far pun pergi menerobos ke wilayah musuh, namun takdir mengatakan beliau juga harus syahid. Pada akhirnya bendera dipegang oleh Abdullah ibn Rawahah dengan penuh kekuatan, tetapi pada akhirnya beliau pun menjemput syahid.

Kisah diatas membuktikan betapa besarnya harga dari sebuah bendera. Harga yang dimaksud bukanlah nominal yang bisa diuangkan, melainkan adalah hal yang penuh dengan darah dan air mata dalam memperjuangkannya. Oleh karena itu, menatap sebuah bendera harus penuh dengan penghayatan, bukan hanya tatapan kosong belaka.

Sebagian orang mungkin akan berkata bahwa kisah diatas hanyalah masa yang telah sangat lama berlalu, sehingga kita menganggap hal itu hanyalah budaya pada zaman mereka. Namun, lihatlah masa-masa perjuangan memerdekakan indonesia dan mempertahankan kemerdekaan. Saat itu, banyak kalangan ulama yang rela menjahit jubahnya untuk dijadikan selembar bendera merah putih. Selain itu ada banyak pejuang yang merebut bendera penjajah belanda, kemudian merobek warna birunya dan menjadikannya sebagai merah putih.

Nah, besok adalah hari peringatan puncak dari perjuangan bangsa indonesia yang dikenal sebagai hari kemerdekaan. Kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, mari kita kenangkan bendera itu bukan hanya sebagai lambang negara, tetapi lambang dari perjuangan bangsa indonesia yang bercita-cita melindungi segenap tumpah darah indonesia.


Banda Aceh, 17 Agustus 2018 ׀ @muktaridha


Sevenfingers Discord || SteemPress Discord

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *