Menu Close

Hakikat Ilmu

Rasanya membahas tentang ilmu pengetahuan bukanlah topik yang baru. Namun, pernahkah kita bertanya tentang mengapa Allah mengibaratkan ilmunya seperti air laut? Padahal dia begitu asin dan tidak dapat langsung dipergunakan untuk minum, mandi dan lain-lain. Padahal ada banyak sumber air lainnya yang begitu menyegarkan seperti mata air yang selalu hidup atau embun yang begitu segar sehingga bisa langsung dinikmati. Pernahkan teman-teman membayangkan hal tersebut? Adakah yang bisa menjabarkan fenomena ini?

source

Lautan itu luas

Nah, luasnya lautan menjadi alasan utama sehingga kalimat ini lebih cocok. Kita sama-sama mengetahui seberapa besar alam semesta yang kita duduki ini, sedangkan bumi yang kita perebutkan hari ini hanyalah setitik debu dibandingkan luasnya alam semesta. Alam semesta diatur sedemikian rupa oleh gaya yang terlihat maupun tak terlihat sehingga mencapai keseimbangan tanpa harus bertabrakan satu sama lain.

source

Pergerakan bulan diatur sedemikian rupa sehingga tidak jatuh ke permukaan bumi, namun sebenarnya dalam setiap partikel zat-zat di dunia ini ada elektron yang selalu mengelilingi proton di intinya tanpa jatuh seperti halnya bulan mengelilingi bumi. Oleh karena itu, dari benda yang besar sampai benda yang berukuran kecil, telah diatur dengan gaya yang sedemikian rupa oleh sang pencipta. Nah, pengaturan alam semesta yang luar biasa besar pun dilakukan dengan sangat teliti, sehingga inilah wujud dari ilmu Allah yang maha mengetahui segalanya.

Lautan itu mengandung banyak sumber penghidupan didalamnya

Sejak zaman dahulu jauh sebelum masehi, lautan telah dikeruk oleh umat manusia dan hewan-hewan lainnya. Setelah ribuan tahun lamanya, lautan masih dapat dikeruk sampai hari ini tanpa dikhawatirkan isinya akan habis. Nah, inilah sumber penghidupan yang begitu melimpah dan silih berganti sehingga kita selalu dapat menikmati sampai kapan pun.

source

Ilmu Allah yang maha banyak itu pun mengandung sumber penghidupan bila dipelajari dengan baik. Contoh yang paling unik adalah petir yang selalu datang diikuti oleh suara gemuruh. Manusia mempelajari petir tersebut dan mengembangkan sumber energi listrik yang memiliki kemiripan dengan petir. Nah, disadari atau tidak maka listrik itu telah menjadi sumber energi utama di bumi ini melebihi penggunaan api.

Lautan itu asin

Nah, inilah alasan yang paling kuat terkait ilmu Allah yang diibaratkan dengan lautan. Ketika seseorang mencoba minum air lautan, maka yang dirasakan bukan semakin lega, tetapi justru semakin dahaga. Pengibaratan ini sangat cocok dengan para ahli pikir yang mencoba mendalami ilmu Allah lewat fenomena alam, maka membuat mereka tidak bisa berhenti untuk bereksplorasi. Ketika seseorang mencoba mendalami ilmu Alam sebagai bukti keberadaan-Nya, maka dia akan selalu menemukan jawaban dibalik jawaban, sehingga selalu muncul rasa penasaran baru untuk dipelajari.

source

Hal yang sebaliknya terjadi bila seseorang minum air yang segar dari sumber mata air, maka seketika saja dahaga hilang. Hal ini tentunya tidak membuat orang untuk terus berekplorasi karena semua yang diinginkan langsung tercapai.

Nah, itulah beberapa alasan pengibaratan ilmu Allah itu seperti lautan yang luas, penuh sumber kehidupan serta membuat setiap orang menjadi dahaga akan pengetahuan lebih lanjut bila telah mencoba mencicipinya. Semoga bermanfaat bagi semuanya.


Banda Aceh, 22 Juli 2018 ׀ @muktaridha


Sevenfingers Discord || SteemPress Discord

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *